Teko kosong vs Teko berisi





Benar adanya bahwa hidup adalah pilihan bagi siapa yang memiliki dan menjalaninya, pagi ini aku bakalan cerita tentang sebuah teko, well kenapa aku analogikan teko dengan hidup, mungkin pertanyaan yang bakalan muncul adalah “ letak korelasinya dimana?” baiklah aku akan mulai menjawab pertanyaan ini , karena menurutku manifestasi dari hidup seseorang adalah gambaran apa yang ada dalam dirinya.
Contohnya nih apabila seseorang memilih untuk menjadi teko yang kosong maka ia tidak dapat memberikan apa yang ada didalamnya, karena yang ada hanyalah udaraa, dan bayangin aja kalo teko yang berisi udara dituangkan ke dalam gelas, sampe perubahan iklimpun gelas tersebut ga bakal penuh. Seperti itulah nilai seseorang yang tidak memberikan manfaat kepada orang lain.
Lain halnya dengan teko yang ada isinya, seperti saat ini aku megang sebuah teko berwarna ungu yang berisi air, aku nuangin isi teko ke dalam sebuah gelas maka gelaspun terisi dengan air, seperti itulah gambaran hidup sesorang yang memberikan manfaat kepada orang lain, yang perlu dijadikan catatan, ketika memilih hidup menjadi sebuah teko yang berisi adalah perhatikan isi dari teko itu sendiri , jangan sampe jadi teko berisi tapi isinya ga bermanfaat atau malah merugikan , isitilah senseiku nih “ SAMA BAE MAH KAYA TEKO KOSONG!”, maksud disini adalah apa yang kita pikirkan, yang kita ucapkan, yang kita lakukan  hendaknya berfaedah atau minimal tidak merugikan orang lain karena kredibilitas seseorang bisa nampak dari trilogi kredibilitas (apa yang kita pikirkan, yang kita ucapkan, yang kita lakukan), so jadilah sebaik-baiknya teko yang berisi dan bermanfaat

Maura sang Mutiara





Malam ini seolah seperti sinetron yang sering nampak dilayar TV , tapi ternyata yang menimpaku ini benar benar nyata, baru saja aku bertemu dengan sosok yang memberikanku banyak pelajaran dari senyumannya, kenakalan masa kanaknya, tingkah lakunya.”Maura” namanya, sosok berusia 7 tahun yang tak pernah mengeluhkan keadaannya, ia adalah seorang anak yang ditinggal oleh bundanya saat ia pertama kali melihat indahnya dunia ini, dan entahlah aku harus menyebut ayahnya juga meninggalkannya atau tidak , yang jelas saat aku bertanya sosok seperti apakah ayah maura, ia hanya menggelengkan kepala, yang ia tahu bahwa ayahnya sedang bekerja keras untuknya meskipun ia sendiri tak pernah mengenal sosok ayahnya.
Awal mula semua ini, ketika teman-teman HPSA (health promotion student asosiation) melaksanakan kegiatan buka bersama di salah satu panti daerah cirendeu, hatiku berdesir melihat kondisi yang benar benar tidak aku bayangkan sebelumnya, linkungan yang sangat sempit bagi orang sejumlah anak panti, ruangan yang kurang ventilasi, kamar mandi yang jumlahnya tak sebanding dengan jumlah anak panti, kamar yang berukuran 5x4 yang berisi 6-8 orang, namun tak kutemukan kesedihan di wajah anak-anak panti itu.
Saat ini adalah hari ke-15 bulan ramadhan, aku heran melihat salah satu anak panti mengembalikan nasi kotak yang telah diberikan, aku bertanya kepadanya mengapa ia mengembalikan nasi kotak itu , ia menjawab singkat , “ yang kakak kasih tadi sudah membuat saya kenyang kak”, hatiku tercambuk meskipun dalam kondisi seperti ia membuang rasa serakah yang biasanya diderita banyak orang, akupun tak tinggal diam aku membujuknya agar makanan tersebut diberikan kepada keluarga sampai akhirnya aku tidak sengaja mengatakan agar memberikan nasi kotak tersebut kepada ayah atau bundanya, dengan nada polos ia menjawab “saya gak punya ayah & ibu kak” jawaban yang membuat aku menyesali pertanyaan terahirku,kemudian aku menyarankan agar makanan tersebut disimpan untuk menu sahur namun lagi-lagi ia menolakku karena saat sahur sudah tersedia menu favoritnya, iseng aku menanyakan menu sahur maura yang biasa disajikan , dengan bangga dan cerianya ia menjawab “ biasanya kami dibikinin Mie instant oleh ummy”, berapa kali aku bertanya kepada diriku sendiri, “pantaskah aku mengeluhkan kehidupanku selama ini?” hatiku sendiri seolah getir menjawab pertanyaanku sendiri.
Aku menyebut anak ini adalah hidayah tersirat dalam perjalanan hidupku kali ini, terimakasih ya allah telah mempertemukanku dengan sosok “maura”

Flu Novel, Bahayakah?




Flu novel adalah flu yang disebabkan oleh virus influenza A H7 subtipe H7N9 . Virus ini merupakan kelompok virus influenza yang biasanya beredar di antara burung. Virus influenza A (H7N9) adalah salah satu sub-kelompok di antara kelompok yang lebih besar dari virus H7. Meskipun beberapa virus H7 (H7N2, H7N3 dan H7N7) terkadang dapat ditemukan telah menginfeksi manusia, adanya infeksi virus H7N9 terhadap manusia belum ada yang terlaporkan sampai adanya laporan terbaru dari China. Virus influenza subtipe H7 seperti halnya semua virus influenza dibagi menjadi dua geographically distinct genetic lineages yaitu North American atau Eurasian (Banks et al. 2000). Adapun jenis  virus subtipe H7 HPAI dan LPAI antara lain H7N1, H7N2, H7N3, H7N4 dan H7N7, virus virus tersebut telah mengakibatkan sekitar 75 juta unggas mati atau dimusnahkan (Capua dan Alexander 2004). Kasus pertama yang pernah dilaporkan adanya infeksi virus subtipe H7 secara langsung dari unggas ke manusia terjadi pada tahun 1996 dengan gejala konjungtivitis pada wanita yang memelihara itik setelah sehari sebelumnya membersihkan kandang itik tersebut. Wabah terbesar infeksi virus H7 terjadi pada tahun 2003 di Belanda, yang menyerang peternakan ayam komersial dan telah menyebabkan sekitar 30 juta ayam dimusnahkan (Fouchier et al. 2004; Koopmans et al.2004)

Influenza A (H7N9) virus adalah salah satu subkelompok di antara kelompok yang lebih besar dari virus H7. Meskipun beberapa virus H7 (H7N2, H7N3 dan H7N7) kadang-kadang telah ditemukan menginfeksi manusia, tidak ada penularan infeksi virus dari manusia ke manusia pada virus H7N9. Virus Influenza A (H7N9) berbeda dari virus influenza A (H1N1) dan A (H5N1) virus. Ketiga virus influenza A virus tetapi mereka berbeda satu sama lain. H7N9 dan H5N1 dianggap virus influenza hewan yang dapat cepat menyebar di antara populasi unggas dari satu kandang ke kandang yang lain dan dari satu peternakan ke peternakan lain selain itu virus ini sangat berpotensi menginfeksi manusia . Penularan virus ini dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung.Penularan secara langsung adalah penularan dengan cara kontak langsung antara hewan/ penderita Flu novel sedangkan penularan secara tidak langsung dapat terjadi melalui udara yang tercemar material atau debu yang mengandung virus H7N9, makanan, minuman, alat atau perlengkapan peternakan, kandang yang terkontaminasi oleh virus H7N9.Gejala yang timbul pada hewan yang terinfeksi H7N9 tidak berbeda dengan gejala infeksi H5N1 namun apabila virus ini menginfeksi manusia sebagian besar penderita mengalamigangguan pernafasan dan demam.
Orang yang menderita flu novel ini disarankan banyak beristirahat, meminum banyak cairan, dan bila perlu mengkonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejala yang mengganggu. Tindakan yang dianjurkan untuk meringankan gejala flu tanpa pengobatan meliputi antara lain :
a)      Beristirahat 2-3 hari, mengurangi kegiatan fisik berlebihan.
b)      Meningkatkan gizi makanan. Makanan dengan kalori dan protein yang tinggi akan menambah daya tahan tahan tubuh. Makan buah-buahan segar yang banyak mengandung vitamin.
c)       Banyak minum air, teh, sari buah akan mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak dan membantu menurunkan demam.
d)     Sering-sering berkumur dengan air garam untuk mengurangi rasa nyeri di tenggorokan.
   Pemerintah memiliki andil besar dalam mencegah virus ini merebak di indonesia diantaranya adalah: Biosekuriti, Vaksinasi,  Depopulasi dan Stamping Out , tentunya program tersebut juga tidak akan berhasil tanpa peran aktif masyarakat. Oleh karena itu sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam melakukan pencegahan terhadap virus ini.
Referensi
Banks et al. 1999. isolation and inheritance of novel microsatellites in chinook salmon (onchorynchus tsawytscha) J.hared 90 281-288
Fouchier RAM, Schneeberger PM, Rozendaal FW, Broekman JM, Kemink SAG, Munster V, Kuiken T, Rimmelzwaan GF, Schutten M, Van Doornum GJJ, Koch G, Bosman A, Koopmans M, Osterhaus ADME. 2004. Avian Influenza A virus (H7N7) associated with human conjunctivitis and a fatal case of acute respiratory distress syndrome. Proc Natl Acad Sci. 101:1356-1361
Kageyama T, Fujisaki S, Takashita E, Xu H, Yamada S, Uchida Y, Neumann G, Saito T, Kawaoka Y, Tashiro M. 2013. Genetic analysis of novel avian A(H7N9) influenza viruses isolated from patients in China, February to April 2013. Euro Surveill. 18:20453.

Public Health Never Ending Story




Ini adalah one piece of my experiences tentang dunia seorang “ public Health”,  waktu itu aku berada pada tingkat 5 departemen Kesehatan Masyarakat di salah satu perguruan tinggi islam Jakarta, seperti biasa , semua mahasiswa tingkat 5 dari semua peminatan harus mengikuti kelas besar untuk pengarahan dan persiapan turun ke lapangan (PBL) atau mungkin lebih dikenal dengan istilah KKN lebih tepatnya , step yang paling mendebarkan adalah ketika membaca pengumuman anggota kelompok, saat itulah kata-kata “konon” dikepalaku yang diceritakan oleh kakak tingkat mulai melompat-lompat mengikuti irama jantung ya entah mitos atau fakta , konon keberhasilan PBL tengantung konsistensi anggota kelompok PBL, Konon dalam sebuah kelompok PBL pasti ada Kericuhan, Konon saat PBL selalu timbul perselisihan antar anggota kelompok karena perbedaan pendapat, Konon dalam sebuah kelompok yang… dll, yah mau gak mau aku harus segera membaca pengumumannya “ bismillahirrahmanirrahim” adalah kalimat yang aku baca ketika mulai membaca pengumuman nama-nama anggota kelompok disana tertulis Nova Dwi Farhana (PromKes), Wardatul Hasanah (Epidemiologi), Giantika saraswati (K3), Kania(K3), Nadhira ramadhani (Gizi) dan Julius Prabowo (KesLing), saat pertama kami berkumpul untuk membahas rencana intervensi diawali dengan obrolan ringan dan alhamdulillah semua anggota kelompokku saling mendukung satu sama lain, dengan obrolan ringan dan non formal tersebut ahirnya kami berhasil menyusun rencana analisis lapangan yang menghabiskan waktu sampai pukul 24.00, bertempat di Kos tulip, prosesnya lumayan sangat panjang , karena setiap anggota memiliki bidang keahlian masing masing kami bergantian mengutaran pendapat dan argumen dinamika kelompok  saling mendengarkan satu sama lain secara bergantian dan ada moderator yang siap menimbang dan memutuskan.
Setelah menentukan masalah yang akan kami analisis kami mulai pergi ke puskesmas yang terletak di daerah yang sebagiannya urban dan sebagiannya bisa dikatakan rural , semua anggota kelompok tidak bisa hadir secara bersamaan untuk mengambil data ke puskesmas karena jadwal kuliah yang lumayan padat dan berbeda antar peminatan , beberapa diantara kami sempat menuju puskesmas untuk mengambil data namun dari puskesmas tidak memberikan data begitu saja terkait birokrasi yang sedikit misscom,  karena dari surat yang pihak puskesmas terima waktu yang bisa diluangkan pihak puskesmas terhadap mahasiswa sesuai dengan waktu yang telah ditulis disurat dan waktu itu kami membutuhkan ahirnya kelompok kamipun presentasi menggunakan data sekunder yang kami peroleh dari dinkes tangsel.
tibalah waktu PBL 1 , waktu yang kami miliki hanya 10 hari untuk mengumpulkan data primer, saat inilah aku benar benar melihat masalah kompleks yang terjadi di masyarkat (miris bgt liatnya) disparitas yang terjadi  benar benar gak pernah aku bayangkan sebelumnya, selam 10 hari aku dan kelompk aku kost di depan puskesmas hal yang gak bisa aku lupain saat kost di tempat tersebut yaitu saat hari ke 6 setelah turun lapangan menyebarkan kuesioner ba'da isya aku, lifa, omi nanda, kania  iren, siska dan wardah  sudah sampai duluan, ahirnya kami menunggu menunggu di depan kossan, bebrapa menit kemudian omi, nanda, siska, iren, kania, wardah  dan lifa teriak sambil lari melewati tangga kost kami, akupun tak merasa kaget atau heran atas kelakuan mereka , namun setelah sejenak aku berpikir dan menatap mereka sambil menggelengkan kepala tiba-tiba dibelakangku ada yang mencolek-colek ahirnya aku meneh dan ternyata seorang laki laki berpakaian lusuh dengan rambut panjang yang tak terurus dan gigi hitam tersenyum lebar kepadaku, alhasil dengan kekuatan penuh aku lari menyusul teman-temanku sambil mengunci pintu gerbang yang dalam imajinasiku tetap bisa dibuka oleh siapapun yang berada diluar sana, karena koridor kamar kami sangat sempit dan yang berusaha masuk itu banyak dan gak beraturan ahirnya kami terjatuh , kami tertawa keras dengan rasa khawatir yang sangat ahirnya pintu ruang utama dapat dibuka dan kamipun merasa lega.....
Pages (6)123456 Next »

Search This Blog

Powered by Blogger.