Home / Archive for 2017
Real Need VS Feel Need
Pagi ini kegundahan sekejap menghampiriku ,
karena sebuah jadwal turun lapangan yang tiba-tiba tertunda, awalnya sempat
sedih menyayangkan kenapa aku harus melakukan kegiatan ini, setelah beberapa saat
aku berpikir dan dapat menjawab pertanyaanku sendiri bahwa dalam menyelesaikan masalah komunitas/
masyarakat dibutuhkan sudut pandang “real need” bukan “Feel need”.! Lalu
lahirlah tulisan ini,
Menjadi
individu yang kritis merupakan salah satu faktor menggapai definisi AOC (agent
of change). banyak yang mencoba melangkah, mengAKUkan dirinya untuk menyelesaikan
berbagai persoalan yang timbul akibat perubahan zaman,teknologi maupun
peradaban, tidak salah sebenarnya namun sedikit kurang tepat, boleh jadi apa
yang kita inginkan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat
adalah sesuatu yang tidak dibutuhkan dimasyarakat.
Menganalisis
kebutuhan masyarakat haruslah sesuai dengan keadaan yang dibutuhkan, tentunya
dalam hal ini tidak hanya melihat dari sudut pandang kita sendiri atau yang
dapat kita sebut dengan kata “Feel Need”
artinya memandang kebutuhan masyarakat dengan
apa yang kita rasakan sendiri, akibatnya solusi yang di usahakan tidak
menjawab kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya dan terkesan menghamburkan
tenaga, pikiran , materi yang telah dikeluarkan
bahkan bisa memperburuk keadaan ,berbeda
halnya dengan “Real Need” yang melihat suatu kebutuhan masyarakat
merupakan hal yang secara kongkret dibutuhkan masyarakat untuk menyelesaikan
masalahnya , hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan data dilapangan terkait analisis
masalah, faktor penyebab masalah yang
terjadi di masyarakat dan mengetahui
perpektif masyarakat itu sendiri terkait masalah “yang dianggap masalah” serta menganalisis solusi
yang dapat diakukan oleh masyarakat itu sendiri. baru setelah itu
cetuskan dan usahakan sebuah solusi untuk menjawab persoalan yang terjadi,
dengan demikian peran kita sebagai AOC tidak hanya kritis terhadap perubahan namun
kita juga menjadi generasi yang solutif terhadap berbagai persoalan.
Lihat kedepan dan berusahalah
sunguh-sungguh!!!!
6 fakta penting yang harus kamu tahu
well kali ini aku bakalan cerita obrolan ringan mahasantri anti rokok, jadi waktu itu aku ga sengaja nimbrung di sc (student center) mabna syarifah khadijah karena pass banget aku mau nyari buku refrensi jatohnya malah ngobrolin cowok nona X yang ternyata seorang perokok " WHAT??" teriakan mereka yang bersamaan mengundangku ke lingkaran mereka, nonaX yang bercerita berada di center lingkaran tempat kami berada, satu persatu dari kawan-kawan mulai mengintrogasi nonaX mulai dari kronologi pertemuan dia dengan pacarnya sampai kabar terahir dari hubungan mereka, aku ngerasa sedikit lucu sih karena hal pribadi kayak gini harus diungkapkan dan di diskusikan bersama dan anehnya nonaX seneng-seneng aja ditanya demikian , dan tanpa sadar ahirnya akupun menghujani nonaX dengan berbagai pertanyaan yang dijawab dengan ekspresi cengengesan.... hal yang menarik disini adalah semboyan dalam lingkaran ini yaitu "kawan kami adalah bagian dari kami ", conclusion dari pertemuan kami waktu itu adalah fakta-fakta dibawah ini.
Fakta
pertama adalah merokok sama
halnya dengan merusak organ tubuh sendiri yang nantinya berdampak buruk pada
kesehatan, tubuh dia sendiri tidak dijaga, apalagi ngejain kamu itu gak mungkin
ya girls.
Fakta
kedua orang yang merokok
secara otomatis termasuk golongan orang yang kufur atas nikmat kesehatan yang
telah allah anugrahkan , maka tunggulah azab allah yang teramat pedih
Fakta
ketiga merokok termasuk
perbuatan yang merugikan Negara , pasti kamu bakalan bilang kalo kamu beli
rokok pake duit kamu dan juga menyumbangkan cukai untuk negara... salah besar
vrohhh, dengan kamu merokok akan menambah beban negara karena biaya kesehatan
yang digunakan oleh orang sakit akibat bahaya rokok adalah 3 kali lipat dari
cukai rokok
Fakta
keempat adalah pada bungkus
rokok sudah tertulis jelas bahwa merokok dapat menyebabkan kanker paru, jantung
koroner dan lain lain, nah dalam konteks ini ada 2 kemungkinan, pertama perokok
belum bisa baca dan kedua adalah perokok belum paham bacaan tersebut artinya bagaimana mungkin
pasangan kamu bisa memahami kamu sementara ia belum mampu untuk memahami bacaan di bungkus rokok, udahlah bye
aja kali yaa
Fakta
kelima adalah merokok
termasuk perbuatan yang merugikan orang lain , karena bahaya asap rokok lebih besar diterima oleh
orang sekitar perokok atau yang biasa disebut perokok pasif, yah secara kita
semua menghirup udara yang sama vrooh, lain halnya jika perokok menghisap asap
rokok kemudian langsung ditelen alias ga dikeluarin lagi
Fakta
keenam adalah memilih
pasangan perokok adalah upaya untuk memperburuk keturunan, pasti kamu bakalan
nanya kenapa ???, jawabannya adalah sperma dari pasangan yang merokok memiliki
kualitas yang buruk sehingga memiliki potensi besar untuk menghasilkan
keturunan yang mengalami cacat bawaan lahir, gangguan pertumbuhan dan
perkembangan, keterbelakangan mental bahkan kematian, masih yakin milih perokok
sebagai pasangan seumur hidup?
Apa yang terjadi saat remaja mengalami pubertas?
Dalam
satu siklus kehidupan, setiap manusia melalui berbagai tahap tumbuh kembang,
salah satu tahap terpenting dalam tumbuh kembang yang dialami adalah tahap
remaja. Dalam tahap ini sebagian besar remaja mengalami perubahan biologis
meliputi morfologi dan fisiologi dengan pesat dari masa anak menuju masa
dewasa,perubahan tersebut lebih sering dikenal dengan istilah pubertas (Soetjiningsih.2004).
Menurut santrock (2007) pubertas adalah sebuah periode dimana kematangan fisik
berlangsung pesat, yang melibatkan perubahan hormonal dan tubuh, yang terutama
berlangsung di masa remaja awal. Perubahan yang terjadi saat masa pubertas
umumnya membuat remaja bingung, ketakutan bahkan kecemasan secara terus-menerus
sehingga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan remaja seperti aspek psikologis,
sosial maupun perilaku secara langsung. Usia pubertas pada setiap individu
cenderung bervariasi pada anak laki-laki pubertas terjadi pada usia 10- 17
tahun sedangkan pada perempuan yaitu usia 9-15 tahun. Sebagian besar masa
pubertas mengikuti distrbusi normal dari kurva gauss, dengan standard devasi
sekitar 1 tahun, hal tersebut mengindikasikan bahwa 95% remaja di masyarakat
mengalami pubertas pada usia 2 tahun dari pada usia sebelumnya
(Soetjiningsih.2004). Selain itu karena terjadi tendensi sekuler usia dimulainya pubertas dan usia ahir dari pubertas
mengalami pegeseran usia.
Kondisi perubahan psikologis yang berhubungan dengan masa
pubertas menurut soeroso (2001)
yaitu menurunnya konflik antara orang
tua dan anak karena adanya perubahan pola hubungan mereka. Pada masa
pubertas, remaja Mulai memperluas radius
sosial keluar dari keluarga dan berkonsentrasi pada hubungan dengan teman oleh
karena itu saat pertama kali remaja perempuan menarce, 1 dari 5 remaja cenderung menceritakan kepada temannya ,
dan setelah periode 2 dan 3 remaja sebagian besar remaja cenderung terbuka
kepada teman dekatnya (santrock.2007).
Selain itu pada masa pubertas, remaja
mulai perhatian (praokupasi) terhadap tubuhnya (mc cabe dan ricciardelli 2003&2004 dalam santrock.2007) akibatnya
remaja mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang normalitas kematangan
fisik, sering terlalu memikirkan tahapan-tahapan perkembangan seksual dan
bagaimana proses tersebut berkaitan dengan teman-teman sejenis kelamin serta
muncul citra tubuh, masalah lain yang harus menjadi perhatian khusus bagi
remaja indonesia adalah pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi
tergolng rendah (Israwati.2011). menurut santrock karakteristik pubertas pada
remaja tidaklah sama karena dipengaruhi
oleh hal berikut yaitu:
1.
Bawaan/genetik
Kemunculan pubertas bukanlah suatu kejadian yang disebabkan oleh lingkungan,
melainkan terdapat gen-gen yang berkaitan dengan kemunculan dan berkembangnya
pubertas yang terjadi pada remaja (santrock.2007).
2.
Hormon
Pada masa pubertas terajadi perubahan fisik yang banyak
dipengaruhi oleh hormon , seperti munculnya kumis pada anak laki-laki dan
melebarnya pinggul anak perempuan yang dipengaruhi hormon androgen yang dominan pada anak
laki-laki dan estrogen yang dominan pada
anak perempuan.
Salah satu hormon
androgen yang meningkat pesat pada anak laki-laki di masa pubertas yaitu hormon testosteron yang
meningkat 18 kali lipat di masa pubertas, hormon ini memiliki pengaruh besar
terhadap perubahan fisik anak laki-laki, seperti perkembangan genital internal,
bertambahnya tinggi badan dan perubahan suara (Hiort.2002 dalam santrock.2007).
Sedangkan pada anak
perempuan hormon yang meningkat pesat saat masa pubertas adalah hormon
estradiol . hormon ini meningkat 8 kali lipat dari sebelumnya menurut cameron
(2004) dalam santrock ( 2007) hormon ini sangat mempengaruhi perkembangan
payudara , rahim serta perubahan kerangka.
3.
Sistem
Endokrin
Sistem endokrin yang berperan saat masa
pubertas adalah hipotalamus, kelenjar pituitari dan gonad (kelenjar seks).
hipotalamus berfungsi untuk memonitor
kegiatan makan, minum, dan seks, kelenjar pituitari berfungsi untuk mengontrol
pertumbuhan dan regulasi dari kelenjar
lain sedangkan gonad (kelenjar seks)
berfungsi untuk menghasilkan hormon seks pada laki-laki oleh testis dan
perempuan oleh ovum (indung telur). Kadar hormon seks yang di seksresikan oleh
testis dan ovum diatur oleh hormon yang dihasilkan oleh 2 hormon yang
dihasilakn oleh kelenjar pituitari yaitu LH(luteinizing hormone) dan FSH
(follicle stimulating hormone) selain itu hipotalamus menghasilkan hormon GnRH.
Adapun mekanisme sistem endokrin ini
diatur dengan sistem umpan balik negatif
yaitu apabila kadar hormon seks terlalu tinggi maka hipotalamus dan
kelenjar pituitari akan mengurangi stimulasi terhadap gonad (kelenjar seks) yang
berdampak menurunkan sekresi hormon seks
oleh gonad (kelenjar seks) begitu pula sebaliknya.
Hormon Pertumbuhan
Adrenarce dan gonadarce
merupakan 2 tahap pubertas yang dilalui saat perubahan hormon. Adrenarce adalah
perubahan hormon adrenal yang umumnya terjadi sebelum masa pubertas yaitun saat
usia 6-9 tahun , selama adrenarce hinnga pubertas , kelenjar adrenal
menghasilkan androgen adrenal (aucus dan rainey.2004 dalam santrock. 2007)
Sedangkan
gonadarce adalah perubahan hormon
gonad yang menyebabkan kematangan seksual dan perkembangan kematangan organ
reproduktif. Gonadarce biasanya terjadi setelah adrenarce selama 2 tahun , masa
gonadarce ini dianggap sebagai masa
pubertas (archibald, graber &brooks-gunn.2003 dalam santrocks 2007). Setiap
orang memiliki karakteristik yang berbeda termasuk usia gonadarce ini, di amerika gonadarce
dimulai pada usia 9-10 tahun pada
perempuan kulit putih non-latin dan 8-9 tahun pada anak-anak perempuan
afrikaa-amerika (wasserman.2004 dalam santrock 2007) pada anak laki-laki gonadarce
dimulai pada usia 10-11 tahun . saat pertengahan gonadarce pada perempuan terjadi menarce pertama dan pada laki-laki terjadi spermarche.
Menarce yang terjadi saat pubertas
dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu berat tubuh, persentase lemak dalam tubuh
. sedangkan pada laki laki faktor nutrisi dapat mepengaruhi dimulainya
pubertas.selain itu hormon leptin dapat mempengaruhi usia pubertas keduanya
(apter & hermans, 2002;Misra dkk.2004;susman &rogol.2004 dalam santrock
2007).
Pertambahan Tinggi Tubuh yang Pesat
Laki-laki
cenderung lebih pendek dari perempuan sebelum ia mengalami pubertas namun saat
anak laki-laki mengalami pubertas
sebagian besar anak laki laki justru akan menyusul tinggi anak perempuan
sebayanya bahkan melampauinya. Hal tersebut terjadi karena pertumbuhan pesat (grow spurt ) pada perempuan terjadi 2
tahun lebih cepat dari pada laki-laki saat pubertas . pada perempuan
pertumbuhan tinggi tubuh yang pesat terjadi saat umur 9 tahun sedangkan pada
laki-laki pada umur 11 tahun . puncak pertumbuhan terjadi saat usia 11,5 tahun
pada perempuan dan 13,5 tahun pada laki-laki dengan rata-rata pertumbuhan 3,5
inci/tahun pada perempuan dan 4 inci/tahun pada laki-laki. Sementara pertumbuhan berat badan pada
anak perempuan cenderung lebih berat
daripada anak laki-laki yaitu sekita 18
pon/tahun yang dimulai sejak usia 12 tahun.
Tendensi Sekuler Pubertas
Tendensi
sekuler pubertas merupakan keadaan dimana usia menerce terjadi pada usia yang
lebih muda. menurut santrock (2007) hal ini dipicu oleh meningkatnya kesehatan
dan nutrisi, faktor obesitas juga memegang peranan penting. Hal tersebut sesuai
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kaplowitz (2001) dalam santrock
(2007) yang menyatakan bahwa semakin besar perkembangan seksual maka semakin
besar berat badan mereka.
Dimensi-Dimensi Psikologis Saat Pubertas
1. Citra tubuh
Remaja akan mengalami proses prakupasi dimana
ia meningkatkan perhatian terhadap perubahan yang terjadi pada tubuhnya
contohnya perubahan berat badan, pada remaja perempuan cenderung berkeinginan
memiliki bentuk badan yang sanagat
kurus. Hal tersebut dipengaruhi oleh definisi kecantikan yang diidentikkan
dengan tubh yang kurus.
2.
Hormon dan
perilaku
Hormon dapat mempengaruhi emosi yang
naik turun pada remaja , hal tersebut merupakan karakteristik dari remaja
(Archibald dkk. 2003 dalam santrock.2007) beberapa penelitian membuktikan bahwa
kadar androgen yang lebih tinggi pada laki laki , berhubungan dengan
agresivitas dan perilaku lainnya (van goozen dkk.1998 dalam santrock 2007).
Androgen adrenal yang tinggi pada perempuan berhubungan dengan perilaku negatif
pada perempuan (rowe dkk.2004) meskipun demikian hormon bukan satu-satunya
faktor determinan perilaku pada remaja. Seperti faktor sosial menurut
Marheni,A(2004) seorang remaja akan berperilaku sesuai dengan kelompok dimana
ia berada atau akan menyesuaikan perilaku yang dikehendaki kelompoknya.oleh
karena itu perilaku pada remaja tidak hanya disebabkan oleh pengaruh perubahan
hormon.
3.
Menerce dan
siklus menstruasi
Saat memasuki masa pubertas pada
umumnya terjadi perubahan konsep diri yang menyebabkan krisis identitas pada
remaja yaitu suatu tahap untuk membuat keputusan terhadap
permasalahan-permasalahn penting pada remaja yang berkaitan tentang identitas
remaja yang melibatkan aspek mental, emosional maupun sosialnya. Termasuk
ketika remaja perempuan pertama kali mengalami menerce harus mampu beradaptasi
dengan keadaan yang menimpanya. Remaja perempuan memiliki reaksi yang berbeda
terhadap menerce, menurut santrock (2007) sebagian besar remaja memberikan
reaksi ringan yaitu cemas, sedikit gelisah terkejut atau gembira.sebagian besar
remaja perempuan memberikan respon positif yaitu remaja perempuan beranggapan
bahwa menerce merupakan indek kematangan mereka, laporan positif lainnya adalah
bahwa remaja tersebut sudah mampu memiliki anak dan sudah menyerupai wanita
dewasa. Sedangkan laporan negatif yang paling sering diungkapkan ketika menerce
adalah sebagian besar remaja perempuan merasa kerepotan membawa pembalut dan
sedikit risih , dan sebagian kecil remaja perempuan menyatakan bahwa mereka
tidak nyaman, berprilaku terbatas serta merasa ada perubahan emosi.
Pada sebagian besar remaja mengalami
menerce pada waktu yang tepat, selanjutnya siklus menstruasi akan terus terjadi
setiap bualan sesuai siklus menstruasi pada setiap individu. Dan sebagian
remaja mengalami menerce dini atau lebih lambat sehingga dapat diduga
mempengaruhi siklus menstruasinya.
4.
Kematangan
dini dan lambat
Pada
umumnya remaja laki-laki yang mengalami kematangan dini cenderung memandang
dirinya lebih positif dari pada remaja perempuan yang mengalaminya, perempuan
yang mengalami kematangan dini banyak mengalami masalah di sekolah, depresi,
merokok, depresi, lebih mandiri dan lebih populer dari pada remaja perempuan
yang mengalami kematangan yang lambat ,sementara remaja laki-laki yang
mengalami kematangan yang lambat cenderung lebih fokus dalam mengeksplorasi
berbagai prestasi.adapun remaja perempuan yang mengalami kematangan lambat di
ahir masa remaja cenderung lebih percaya diri karena remaja perempuan yang
matang cenderung lebih pendek dan gemuk dan remaja yang mengalami kematangan
lambat cenderung memiliki tubuh tinggi dan kurus yang lebih sesuai dengan
definisi kecantikan feminim yang ideal bagi orang amika (santrock.2007).
Saat Pubertas dan Pemeliharaan
Kesehatan
Saat pubertas remaja mengalami
pertumbuhan tercepat kedua setelah yang pertama yaitu 1000 hari pertama
kehidupannya , oleh karena itu nutrisi yang seimbang sangat diperlukan guna
mencapai pertumbuhan yang optimal. Kurangnya nutrisi saat masa ini dapat
menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti perlambatan pertumbuhan atau terhenti
, kematangan seksual yang lambat. Oleh karena itu pemeliharaan kesehatan
penting dilakukan agar tumbuh kembang remaja baik dan optimal. Rendahnya
pengetahuan remaja indonesia terkait kesehatan reproduksi juga harus
diperhatikan secara khusus agar tidak menimbulkan masalah yang berdampak kepada
aspek sosial,psikologis dan aspek lainnya pada remaja.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Search This Blog
Powered by Blogger.