kadang kala aku bingung dengan banyak hal yang baru aku ketahui, banyak hal yang penuh kepalsuan yang selama ini terlihat begitu apik, namun tersingkap secara perlahan, mungkin pandanganku selama ini sedikit keliru, yang mengeneralisasi semua penilaianku terhadap setiap individu, bahwasanya setiap orang itu tulus, tapi sayang semua itu tidak benar adanya, kadang kala beberapa orang mengambil keuntungan dari ketulusan yang telah diberikan,entah apa harus ku menyebutnya, atau bahkan memanfaatkan kebaikan orang tanpa aturan yang benar, entah dimana logika yang mereka gunakan, rasanya sudah berulang kali aku menegurnya tapi tetap saja mereka mempertahankan seolah itu kebenaran, semoga Allah SWT senantiasa membimbing hamba ke jalan benar, mereka menjauh saat mereka dalam kondisi lapang, namun bersimpuh saat dalam kondisi sulit, kalo boleh jujur aku sangat muak dengan sikap kepura-puraan mereka, semoga Allah segera berikan hidayah dan menjadikan mereka lebih baik, terkadang ucapan mereka sangaat menyakitkan, namun aku telan secara perlahan, karena aku berusaha menggunakan akal sehatku bahwasanya mereka mereka mengalami banyak tekanan dalam hidup mereka sehingga mengucapkan kata-kata yang kasar.
Home / All post
Untukmu imam terbaikku
_Aku ingin menjadi keramaian disetiap sepimu_
_Aku ingin menjadi kedamaian dalam setiap gelisahmu_
_Aku ingin menjadi sandaran saat lelahmu_
_Aku ingin menjadi kekuatan saat lemahmu_
_Dan aku ingin menjadi perisai dari segala kepiluanmu_
_Menemani setiap langkahmu sampai hembusan nafas terahirku_
_Namun suara sunyi mulai menghampiri_
_mengatakan kini waktuku terbatas_
_Meski kukatakan aku ingin bersamamu tiada batas_
_Suara itu semakin mengeras_
_Merenggut warna yg pernah kau torehkan_
_Meninggalkannya tanpa beban_
Kembali
Ramadhan telah pergi
Akankah ia kembali?
Tidak! ia pasti kembali
Tapi tak ada jaminan diri menyambut kedatangannya lagi
lebaran kali ini sungguh beda
Senyum yg sumringah
Tak seindah dulu
Ada gumpalan bening disudut matamu
Yg membuatku semakin ingin mendekapmu
Ada yg pergi
Membuat diri tak lengkap lagi
Kapankah kau kembali
Akankah ia kembali?
Tidak! ia pasti kembali
Tapi tak ada jaminan diri menyambut kedatangannya lagi
lebaran kali ini sungguh beda
Senyum yg sumringah
Tak seindah dulu
Ada gumpalan bening disudut matamu
Yg membuatku semakin ingin mendekapmu
Ada yg pergi
Membuat diri tak lengkap lagi
Kapankah kau kembali
Pertama kali
Pelajaran berharga bulan April ini adalah, setiap diri harus siap meninggalkan dan ditinggalkan pun dalam hal mencintai, siap untuk dibahagiakan dan dilukai atau dikecewakan ( keduanya merupakan hal yg akan datang meskipun tak bersamaan)
Disini
Tak ada
suara anak sekolah dipagi hari
Yang terdengar
hanya suara teriakan duka
Dari sudut
sudut desa yang kini sepi penghuni
Tak ada
yang memilih takdir untuk pergi
Dari bumi
Menyingsingkan
lengan
Bak senyum
abadi
Yang terus
dipancarkan rona pagi
Disini
Benjanjilah
jiwa yang tak pernah mati
Terus berjuang
, tunjukkan integritas diri
Menjadi insan
berprestasi
Untuk penduduk
bumi
Yang dinantikan
bidadari
love your self and your own destiny
Oase yang
berbeda di bulan dan tanggal yang sama "16 maret", sepanjang usia
banyak hal besar yang berhasil kamu lalui. Manusia memiliki kuasa penuh atas
hal-hal yang diharapkan dan direncanakan, karena itu mutlak dan ga ada yang
berhak merampasnya dari setiap individu
Meskipun
pada ahirnya Allahlah sumber dari segala cinta dan sayang dimuka bumi ini yang
menetapkan hasil ahirnya, "ketetapan terbaik" begitulah
orang-orang mengenalnya, tak dapat dipungkiri sering kali banyak keluh kesah dalam
setiap prosesnya, dalam al-qur'an disebutkan dengan jelas bahwa Allah
tidak akan membebani setiap individu melibihi batas kemapuannya, lagi-lagi
pertanyaan yang terbesit muncul adalah " pantaskah disebut orang
beriman sementara dalam diri masih terbesit keraguan terhadap sebuah ketetapan?"
hanya dirimu yang mampu menjawab.
Sejauh
ini kita harus belajar banyak hal, mengobati banyak hal, memperjuangkan
banyak hal, melupakan dan banyak mengikhlaskan lebih dari tahun tahun sebelumnya, mungkin dalam hal ini juga
berlaku hukum bahwa setiap kedewasaan akan diiringi dengan bebagai
warna kehidupan atau semakin tinggi sebuah pohon, semakin
kencang angin menerpa atau yang allah tetapkan menjadi milikmu
tidak akan pernah pergi darimu. juga, tanpa direncanakan
banyak hal berharga yang ditemukan tanpa sengaja, berjanjilah kau akan terus
menjaganya. Ucapkan terimaksih kepada Allah atas nikmat usia yang kamu sendiri
tidak tau sampai kapan batas ahirnya.
Pamekasan, 16 Maret 2020
Janji hujan
Engkau akan selalu hadir
Saat kemarau menghembus bumi
Saat malam tak mampu menghalau
Angin yang menusuk nadi
Saat dahaga tak bisa terbendung lagi
Diwaktu pagi
Beriring hangatnya mentari
Rindumu tersampaikan pada bumi
Mengetuk pintu sanubari
Jangan pernah berlari
Meski bumi berteriak memintamu pergi
Berjanjilah kau akan tetap disisi
Menemani terbitnya fajar setiap pagi
Saat kemarau menghembus bumi
Saat malam tak mampu menghalau
Angin yang menusuk nadi
Saat dahaga tak bisa terbendung lagi
Diwaktu pagi
Beriring hangatnya mentari
Rindumu tersampaikan pada bumi
Mengetuk pintu sanubari
Jangan pernah berlari
Meski bumi berteriak memintamu pergi
Berjanjilah kau akan tetap disisi
Menemani terbitnya fajar setiap pagi
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Search This Blog
Powered by Blogger.