Saat kamu berada dalam kondisi yang tidak nyaman karena tidak dipedulikan, tidak dianggap ada, dikecewakan, dilukai, dikhianati atau dilupakan oleh orang yang kamu sayang pasti itu sangat menyakitkan, tapi perlu kamu ingat bahwa Allah menciptakan hati manusia dengan sangat sempurna dilengkapi dengan akal pikiran yang tak kurang sedikitpun. Percayalah bahwa setiap orang dilahirkan dengan keterampilan untuk menyembuhkan diri sendiri dan menyelamatkan diri dari hal yg membuatnya meneteskan air mata, ia tidak membutuhkan siapapun untuk menghapuskan linangan air mata disudut pipinya. Yang mampu menjaga hati kita adalah diri kita sendiri agar tak terluka, mengobatinya tentulah tugas diri kita sendiri bukan orang lain, dalam hal ini kita hanya boleh menggantungkan diri kita kepada Allah yang maha menyembuhkan segala luka, hanya ia yang mengetahui persis bagaimana luka yg telah tertorehkan di hati kita. Jangan pernah berharap orang lain akan selalu mengerti dirimu, karena kamulah yg memiliki hatimu sendiri. Jangan pernah berharap orang lain akan selalu ada untuk mengobati lukamu, karena hanya dirimulah yg mengerti seberapa dalamnya luka itu
Jauh dari Kesadaran
kadang kala aku bingung dengan banyak hal yang baru aku ketahui, banyak hal yang penuh kepalsuan yang selama ini terlihat begitu apik, namun tersingkap secara perlahan, mungkin pandanganku selama ini sedikit keliru, yang mengeneralisasi semua penilaianku terhadap setiap individu, bahwasanya setiap orang itu tulus, tapi sayang semua itu tidak benar adanya, kadang kala beberapa orang mengambil keuntungan dari ketulusan yang telah diberikan,entah apa harus ku menyebutnya, atau bahkan memanfaatkan kebaikan orang tanpa aturan yang benar, entah dimana logika yang mereka gunakan, rasanya sudah berulang kali aku menegurnya tapi tetap saja mereka mempertahankan seolah itu kebenaran, semoga Allah SWT senantiasa membimbing hamba ke jalan benar, mereka menjauh saat mereka dalam kondisi lapang, namun bersimpuh saat dalam kondisi sulit, kalo boleh jujur aku sangat muak dengan sikap kepura-puraan mereka, semoga Allah segera berikan hidayah dan menjadikan mereka lebih baik, terkadang ucapan mereka sangaat menyakitkan, namun aku telan secara perlahan, karena aku berusaha menggunakan akal sehatku bahwasanya mereka mereka mengalami banyak tekanan dalam hidup mereka sehingga mengucapkan kata-kata yang kasar.
Untukmu imam terbaikku
_Aku ingin menjadi keramaian disetiap sepimu_
_Aku ingin menjadi kedamaian dalam setiap gelisahmu_
_Aku ingin menjadi sandaran saat lelahmu_
_Aku ingin menjadi kekuatan saat lemahmu_
_Dan aku ingin menjadi perisai dari segala kepiluanmu_
_Menemani setiap langkahmu sampai hembusan nafas terahirku_
_Namun suara sunyi mulai menghampiri_
_mengatakan kini waktuku terbatas_
_Meski kukatakan aku ingin bersamamu tiada batas_
_Suara itu semakin mengeras_
_Merenggut warna yg pernah kau torehkan_
_Meninggalkannya tanpa beban_