Kembali

Ramadhan telah pergi
Akankah ia kembali?
Tidak! ia pasti kembali
Tapi tak ada jaminan diri menyambut kedatangannya lagi

lebaran kali ini sungguh beda
Senyum yg sumringah
Tak seindah dulu
Ada gumpalan bening disudut matamu
Yg membuatku semakin ingin mendekapmu
Ada yg pergi
Membuat diri tak lengkap lagi
Kapankah kau kembali


Pertama kali

Pelajaran berharga bulan April ini adalah, setiap diri harus siap meninggalkan dan ditinggalkan pun dalam hal mencintai, siap untuk dibahagiakan dan dilukai atau dikecewakan ( keduanya merupakan hal yg akan datang meskipun tak bersamaan)

Disini


Tak ada suara anak sekolah dipagi hari
Yang terdengar hanya suara teriakan duka
Dari sudut sudut desa yang kini sepi penghuni
Tak ada yang memilih takdir untuk pergi
Dari bumi
Menyingsingkan lengan
Bak senyum abadi
Yang terus dipancarkan rona pagi
Disini
Benjanjilah jiwa yang tak pernah mati
Terus berjuang , tunjukkan integritas diri
Menjadi insan berprestasi

Untuk penduduk bumi
Yang dinantikan bidadari

love your self and your own destiny

Oase yang berbeda di bulan dan tanggal yang sama "16 maret", sepanjang usia banyak hal besar yang berhasil kamu lalui. Manusia memiliki kuasa penuh atas hal-hal yang diharapkan dan direncanakan, karena itu mutlak dan ga ada yang berhak merampasnya dari setiap individu 

Meskipun pada ahirnya Allahlah sumber dari segala cinta dan sayang dimuka bumi ini yang menetapkan hasil ahirnya, "ketetapan terbaik" begitulah orang-orang mengenalnya, tak dapat dipungkiri sering kali banyak keluh kesah dalam setiap prosesnya, dalam al-qur'an disebutkan dengan jelas bahwa Allah tidak akan membebani setiap individu melibihi batas kemapuannya, lagi-lagi pertanyaan yang terbesit muncul adalah " pantaskah disebut orang beriman sementara dalam diri masih terbesit keraguan terhadap sebuah ketetapan?" hanya dirimu yang mampu menjawab.

Sejauh ini kita harus belajar banyak hal, mengobati banyak hal, memperjuangkan  banyak hal, melupakan dan banyak mengikhlaskan  lebih dari tahun tahun sebelumnya, mungkin dalam hal ini juga berlaku hukum bahwa setiap kedewasaan akan diiringi dengan bebagai warna kehidupan atau semakin tinggi sebuah pohon, semakin kencang angin menerpa atau yang allah tetapkan menjadi milikmu tidak akan pernah pergi darimujugatanpa direncanakan banyak hal berharga yang ditemukan tanpa sengaja, berjanjilah kau akan terus menjaganya. Ucapkan terimaksih kepada Allah atas nikmat usia yang kamu sendiri tidak tau sampai kapan batas ahirnya.

Pamekasan, 16 Maret 2020


Janji hujan

Engkau akan selalu hadir
Saat kemarau menghembus bumi
Saat malam tak mampu menghalau
Angin yang menusuk nadi
Saat dahaga tak bisa terbendung lagi

Diwaktu pagi
Beriring hangatnya mentari
Rindumu tersampaikan pada bumi
Mengetuk pintu sanubari
Jangan pernah berlari
Meski bumi berteriak memintamu pergi
Berjanjilah kau akan tetap disisi
Menemani terbitnya fajar setiap pagi
Pages (6)123456 Next »

Search This Blog

Powered by Blogger.