Bisikan hati

Sering aku dengar
Suara sayup dari dalam diriku sendiri
Memaksaku untuk mengakhiri semua rindu
Tuhan tuntun diri ini
untuk senantiasa berjalan di jalanmu
Aku tak ingin cinta ini menjauhkanku darimu ya Rabb
Karena cintamu adalah tumpuan hidupku dan ujung dari segala perjuanganku


Step 1 ; Rencanakan!

Melangkah tanpa tujuan akan membuat segala usaha kita sia-sia bukan? Tidak, bukan sia sia tapi kurang terarah, tepatnya....
Begitu yg sering aku dengar sejak dulu, merencanakan berbagi hal besar sebelum melakukan sesuatu. Hal tersebut adalah refleksi dari Konsep innamal a'amalu binniyat yang sudah sering dikatakan banyak orang. Namun dilema yang saat ini banyak dihadapi setiap orang, semakin dewasa seseorang maka semakin kompleks problematika yg bakal dihadapi, hehe sok tau sih sebenernya .. tapi berdasarkan riset beberapa waktu lalu, menunjukkan hal demikian ... yang nantinya berdampak terhadap perencanaan masa Depan dia sendiri atau bahkan orang lain....
Bagaimana bisa ya??
Analoginya seperti pohon kelapa, semakin tinggi pohonnya semakin kencang angin menimpa , tapi untungnya pohon kelapa aja sejak diciptakan udah tau betul visi misi hidupnya, yaitu agar selalu bisa bermanfaat untuk manusia, meskipun angin menerpa pohon kelapa tetap setia tumbuh, berbunga dan berbuah jadi kebayang kan... Gimana pentingnya penetapan tujuan sebelum kita mengusahakan sesuatu???? Oke mulai dari sekarang rencanakan dan laksanakan, gapake alasan....😎

Penantian tak berbatas

Seperti daun yg jatuh dr ranting
Tak lagi memiliki hasrat untuk tumbuh
Menunggu angin untuk menggiringnya ke sebuah takdir
Membawaku ke sebuah pertemuan yg tak pernah kuduga
yg membuatku melepaskan masa lalu yg tak ingin kuingat
Yg menyesal bila ku kenang
Awalnya memang sulit
Tapi kearifan cintamu 
Mengajarkan banyak hal dalam lembaran baru ini
Terimakasih aku ucapkan 
Untuk senantiasa menjadi oase yg menyejukkan
Tapi sungguh aku tak pernah bermaksud menghukummu dalam sebuah penantian
Kita hanya butuh sedikit waktu
Untuk bersabar sampai ujung penantian 

Pendar rindu


Hujan mulai turun
Di November yg basah
Mungkin kau menunggu kata rindu yg menggebu dariku
Lisan bisa saja berdusta
Dan aku tak ingin itu
Tapi aku ingin merindukanmu dengan cara berbeda
Dengan hati yg tak pernah bisa berdusta
Aku selalu memelukmu dengan doa di sepertiga malamku

Terimakasih
Dear rindu..
Pamekasan,02 November 2019
Pages (6)123456 Next »

Search This Blog

Powered by Blogger.