Dilema merpati

Setiap pagi ia terbang  menjelajahi pagi
Menyalakan pelita 
di pucuk bunga Kamboja
Tapi sayapnya terbakar oleh pelita 
Yang pernah ia nyalakan
Terbang lah tinggi
Ke sudut Arsy bersama bidadari
Karena kaulah yang dinanti

Deru pagi

Berjalan lagi
Deru langkah terdengar keras
Menyibak kabut kelabu Dipagi hari
Yang katanya
Mengejar fajar pagi
Tapi tidak,
Masih terdengar rintihan pelik
Disudut pagi
Yang kini mulai mati

Benih Pohon

Aku takjub terdiam
Memandang sebuah pohon nyaman 
dan meneduhkan
Entah benih apa yg kau tanam
Kini pohon itu kian besar
Mengalahkan banyak pohon
Yang pernah tumbuh dan tumbang

Bisikan hati

Sering aku dengar
Suara sayup dari dalam diriku sendiri
Memaksaku untuk mengakhiri semua rindu
Tuhan tuntun diri ini
untuk senantiasa berjalan di jalanmu
Aku tak ingin cinta ini menjauhkanku darimu ya Rabb
Karena cintamu adalah tumpuan hidupku dan ujung dari segala perjuanganku


Step 1 ; Rencanakan!

Melangkah tanpa tujuan akan membuat segala usaha kita sia-sia bukan? Tidak, bukan sia sia tapi kurang terarah, tepatnya....
Begitu yg sering aku dengar sejak dulu, merencanakan berbagi hal besar sebelum melakukan sesuatu. Hal tersebut adalah refleksi dari Konsep innamal a'amalu binniyat yang sudah sering dikatakan banyak orang. Namun dilema yang saat ini banyak dihadapi setiap orang, semakin dewasa seseorang maka semakin kompleks problematika yg bakal dihadapi, hehe sok tau sih sebenernya .. tapi berdasarkan riset beberapa waktu lalu, menunjukkan hal demikian ... yang nantinya berdampak terhadap perencanaan masa Depan dia sendiri atau bahkan orang lain....
Bagaimana bisa ya??
Analoginya seperti pohon kelapa, semakin tinggi pohonnya semakin kencang angin menimpa , tapi untungnya pohon kelapa aja sejak diciptakan udah tau betul visi misi hidupnya, yaitu agar selalu bisa bermanfaat untuk manusia, meskipun angin menerpa pohon kelapa tetap setia tumbuh, berbunga dan berbuah jadi kebayang kan... Gimana pentingnya penetapan tujuan sebelum kita mengusahakan sesuatu???? Oke mulai dari sekarang rencanakan dan laksanakan, gapake alasan....😎

Penantian tak berbatas

Seperti daun yg jatuh dr ranting
Tak lagi memiliki hasrat untuk tumbuh
Menunggu angin untuk menggiringnya ke sebuah takdir
Membawaku ke sebuah pertemuan yg tak pernah kuduga
yg membuatku melepaskan masa lalu yg tak ingin kuingat
Yg menyesal bila ku kenang
Awalnya memang sulit
Tapi kearifan cintamu 
Mengajarkan banyak hal dalam lembaran baru ini
Terimakasih aku ucapkan 
Untuk senantiasa menjadi oase yg menyejukkan
Tapi sungguh aku tak pernah bermaksud menghukummu dalam sebuah penantian
Kita hanya butuh sedikit waktu
Untuk bersabar sampai ujung penantian 

Pendar rindu


Hujan mulai turun
Di November yg basah
Mungkin kau menunggu kata rindu yg menggebu dariku
Lisan bisa saja berdusta
Dan aku tak ingin itu
Tapi aku ingin merindukanmu dengan cara berbeda
Dengan hati yg tak pernah bisa berdusta
Aku selalu memelukmu dengan doa di sepertiga malamku

Terimakasih
Dear rindu..
Pamekasan,02 November 2019

Membaca Takdir

"Benar, aku harus banyak belajar sampai mampu mengeja takdir yg Ia dituliskan "

Perjalanan manusia itu memang unik, meskipun kita memiliki kuasa atas tangan dan kaki kita, tak ada yg selalu benar menebak perjalan yg pasti akan ditempuhnya, seperti langkah kakiku saat ini, tak pernah ku sangka aku akan berada di tanah subur ini, bertemu banyak orang yang memiliki banyak cinta dan harapan, disini aku benar benar melihat bagaimana usaha keras orang tua untuk melihat anaknya tetap sehat,
Hal lain yg menarik disini adalah upaya tradisional yg lebih dipilih karena alasan ekonomi, tak ada masalah dengan kepercayaan masyarakat terhadap nakes, namun lagi lagi uang yang mereka miliki saat ini adalah uang yg harus mereka tabung untuk makan esok harinya.
Pendidikan seolah hanya ditemukan sampai mereka bisa membaca dan menghitung saja, selebihnya tidak diperlukan karena waktu mereka sepenuhnya dialokasikan untuk memenuhi kehidupan mereka.
Akupun merasa malu melihat kondisi kita, meskipun tidak sesempurna harapan kita, ternyata hidup kita berkali kali lipat lebih sempurna dengan kehidupan mereka, mungkin ini sebabnya ada seseorang yg pernah berkata " jangan pernah membandingkan kesempurnaan hidupmu dengan kesempurnaan kehidupan orang lain karena itu tak akan pernah sama ". Oleh karena itu hal utama yg saat ini dapat dilakukan adalah mensyukuri apa yg Allah berikan untuk hidup kita agar kita mampu untuk menyempurnakannya.
Pelajaran hangat yang aku temukan adalah cinta luar biasa yang mereka miliki, ketiadaan mereka justru menjadi kekuatan mereka untuk menjalani kehidupan yg keras untuk mereka. Thanks Allah... I realy believing you and loving you
         
 Baros, 4 Maret 2019

Pendar Bintang

       Pagi ini aku teringat  tentang sebuah nasehat yang pernah dikatakan oleh abah, tentang cara pandang, setiap kali aku duduk bersamanya, kalimat yang tak pernah luput dari obrolan kami bahwa "setiap orang itu spesial, unik, tugas kita berjalan bersama ke arah yang sama", dan jawabanku selalu sama, selalu kujawab dengan pertanyaan "ke arah mana?", abahku selalu tersenyum ketika aku menanyakan hal demikian " suatu saat kamu pasti mengerti " 
     Sudah menjadi kebiasaan ketika bulan purnama, lampu rumah dipadamkan, dan abah dan kakakku membawa karpet dan menggelarnya di halaman rumah, kemudian ummy dan adik adikku  bergegas menyusul kami dengan membawa cemilan favorit kami, tahu goreng dan petis buatan ummy, tiba tiba abah membuka pembicaraan "ini nikmat allah yang luar biasa,  bisa berkumpul dibumi allah, dan melihat lukisan galaksi yang luar biasa", aku tersenyum karena benar malam itu langit luar biasa menakjubkan, "tapi sayang ya bah, keindahan ini hanya bisa dinikmati satu malam saja", "berarti allah menyediakan banyak keindahan lain dik di malam-malam lainnya, sesuatu yang memang benar diyakini keberadaannya tidak bisa dieksekusi hanya dengan hal yang nampak secara dzahir saja, coba tebak malam ini selain langit, bulan dan bintang ada apa lagi diatas sana? jawaban kalian dalam melihat sesuatu, menggambarkan kemana arah pemikiran kalian dan menentukan tindakan kalian, jadilah kalian arif dalam melihat sesuatu, malam ini banyak yang abah lihat, salah satunya abah liat matahari loh...." 
       Malam itu aku berfikir dan mencari-cari matahari yang ada di langit malam, namun malam itu aku tak melihat apapun selain bulan, bintang dan langit. aku kembali mendengarkan deklarasi adik bungsuku, sebagai ketua kelas di PAUD Al-Ikhlas.

Pages (6)123456 Next »

Search This Blog

Powered by Blogger.