Pagi ini aku teringat tentang sebuah nasehat yang pernah dikatakan oleh abah, tentang cara pandang, setiap kali aku duduk bersamanya, kalimat yang tak pernah luput dari obrolan kami bahwa "setiap orang itu spesial, unik, tugas kita berjalan bersama ke arah yang sama", dan jawabanku selalu sama, selalu kujawab dengan pertanyaan "ke arah mana?", abahku selalu tersenyum ketika aku menanyakan hal demikian " suatu saat kamu pasti mengerti "
Sudah menjadi kebiasaan ketika bulan purnama, lampu rumah dipadamkan, dan abah dan kakakku membawa karpet dan menggelarnya di halaman rumah, kemudian ummy dan adik adikku bergegas menyusul kami dengan membawa cemilan favorit kami, tahu goreng dan petis buatan ummy, tiba tiba abah membuka pembicaraan "ini nikmat allah yang luar biasa, bisa berkumpul dibumi allah, dan melihat lukisan galaksi yang luar biasa", aku tersenyum karena benar malam itu langit luar biasa menakjubkan, "tapi sayang ya bah, keindahan ini hanya bisa dinikmati satu malam saja", "berarti allah menyediakan banyak keindahan lain dik di malam-malam lainnya, sesuatu yang memang benar diyakini keberadaannya tidak bisa dieksekusi hanya dengan hal yang nampak secara dzahir saja, coba tebak malam ini selain langit, bulan dan bintang ada apa lagi diatas sana? jawaban kalian dalam melihat sesuatu, menggambarkan kemana arah pemikiran kalian dan menentukan tindakan kalian, jadilah kalian arif dalam melihat sesuatu, malam ini banyak yang abah lihat, salah satunya abah liat matahari loh...."
Malam itu aku berfikir dan mencari-cari matahari yang ada di langit malam, namun malam itu aku tak melihat apapun selain bulan, bintang dan langit. aku kembali mendengarkan deklarasi adik bungsuku, sebagai ketua kelas di PAUD Al-Ikhlas.