Banyak yang tidak menyadari esensi dari sebuah perbuatan baik dan
perilaku buruk seseorang terhadap orang orang lain
sehingga timbul reaksi feedback yang
tidak diinginkan dari orang lain. Ibnu katsir berpendapat bahwa banyak hal yang
dapat menjerumuskan diri manusia kedalam lubang kenistaan salah satu
diantaranya adalah amal pamrih yang dilakukan hanya untuk mendapatkan sebuah
imbalan. masyarakat indonesia yang tergolong sebagai masyarakat berperadaban
madani namun ironisnya masih sering kali melupakan hal kecil ini yang sejatinya berdampak
besar, tak jarang jargon” tak ada yang gratis di dunia ini “senantiasa
dikumandangkan bahkan telah merambat bebas kedalam sanubari generasi muda
indonesia, setiap orang mulai berlomba untuk mendapatkan apa yang ingin
didapatkan tanpa melihat antara hak dan kewajiban yang seharusnya detap berada
pada siklus kehidupan, akibabtnya banyak
ketimpangan sosial akibat jargon tersebut, entah karena mobilisasi era pritif
ke era madani atau bahkan transformasi
era madani kembali ke era primitif, tak ada yang dapat memastikan mobilisasi
dan transformasi yang kini terjadi di negeri zambrud khatulistiwa ini, setiap orang pasti mampu melihat gejalanya
bahkan merasakan perubahannya namun sayang tak dapat berbuat banyak. ironisnya
yang memiliki kekuatan hanya melihat bahkan membiarkannya berlalu begitu saja,
sampai kapankah semua akan dibiarkan berjalan progresif atau malah regresif?, dalam
hal ini takdir memang menjadi landasan sebuah perkara yang terjadi, namun perlu
diingat takdir yang terjadi pada setiap umat merupakan buah tangaanya sendiri, kecuali takdir muallaq yang memang tak pernah tak terjadi, dalam hitungan hari,
bulan, tahun, sejarah peradaban madani di indonesia hanya akan menjadi sebuah
tahapan menuju tahapan yang tak akan pernah teranalisis sebelumnya jika jargon tersebut tetap eksis dalam siklus kehidupan kita.sekilas perkenalan
Home / Archive for May 2016
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
Search This Blog
Powered by Blogger.